Laporan Akhir dan Refleksi Kelompok


Refleksi Kelompok :
Berdasarkan kegiatan yang kami lakukan, kami belajar bahwa sebenarnya anak-anak usia dini itu sangat senang belajar hal baru termasuk dalam hal menanam dan merawat tumbuhan. Kita bisa melihat saat kita mengunjungi dan mengajarkan tentang merawat ingkungan, mereka sangat antusias untuk ikut serta dalam pengajaran kami. Kami pun sangat senang dengan antusiasme mereka dan itu juga membuat kami lebih antusias untuk mengajarkannya.

Daniel Yosia:

            Melihat realita di zaman sekarang ini pengamalan nilai-nilai Kewarganegaraan belum terlihat di kalangan masyarakat. Kami mendapatkan tugas proyek luar kelas berupa kegiatan kemanusiaan dari pelajaran Character Building Kewarganegaraan, kelompok saya memilih untuk menanam tanaman di RPTRA Kemandoran, Gg. Sarmili, RT.5/RW.11, Kby. Lama Utara, Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12240

            Banyak hal yang saya dapatkan dari kegiatan ini seperti menanam tanaman dan juga mengajarkan kepada mereka tentang cara merawat tanaman supaya mereka dapat melakukannya di lingkungan mereka sendiri

Fernanda Corry:

Leluhur bangsa Indonesia sudah memperjuangkan kemerdekaan untuk negara ini sampai titik darah penghabisan. Mereka saling bahu-membahu mengacungkan senjata yang hanyalah bambu runcing kepada para penjajah dengan sangat berani. Walaupun awalnya keberanian ini hanya ditujukan untk kepentingan pribadi, tetapi seiring berjalannya waktu mereka berjuang bersama-sama dari Sabang hingga Merauke. Hal ini mereka lakukan dengan ikhlas demi berkontribusi untuk kemerdekaan Indonesia.  Setiap orang tua tentu memiliki cita-cita agar sang anak dapat berguna bagi keluarga, agama maupun negara. Untuk dapat berguna bagi keluarga sudah pasti dengan mengajarkan anak agar selalu menjaga nama baik keluarga dengan tidak melakukan hal-hal yang tercela. Sebagai anak haruslah patuh kepada orang tua dan tidak menambah beban yang ditanggung orang tua. Lalu untuk menjadi berguna bagi agama, dapat dilakukan dengan saling toleransi antar sesama makhluk beragama. Karena tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekesaran dan ketidakadilan. Kemudian untuk menjadi berguna bagi negara, dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Seperti yang dilakukan pihak Universitas Bina Nusantara dengan mata kuliah Character Building: Kewarganegaraan.
Tujuan dari mata kuliah ini adalah agar setiap mahasiswa dapat menjadi warga negara yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, mengembangkan jiwa dan semangat nasionalisme serta rasa cinta pada tanah air. Oleh karena itu, Universitas Bina Nusantara memberikan projek luar kelas yang berguna untuk mengembangkan tujuan-tujuan tersebut.
Kegiatan kewarganegaraan kelompok kami adalah menanam dan merawat pohon di RPTRA Kemandoran, Jakarta Selatan. Dalam kegiatan ini, kami memegang teguh prinsip untuk selalu berkontribusi terhadap negara. Dengan menanam dan merawat pohon ini, kami berharap agar selalu tercipta lingkungan yang asri dan terawat bagi setiap makhluk hidup di sekitarnya. Karena dari lingkungan hidup yang baik akan tumbuh manusia-manusia berkualitas yang menjadi pemimpin baru di masa depan. 
Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan banyak sekali hal yang dapat membangun diri saya menjadi yang lebih baik lagi. Mulai dari kemampuan berkomunikasi antar anggota kelompok dan pengurus RPTRA, hingga membantu sesame dalam berbagai hal. Dari kegiatan ini juga saya mendapatkan pembelajaran bahwa untuk menjadi berguna bagi negara, tidak harus dengan melakukan hal-hal yang fantastis tetapi bisa juga dengan hal-hal kecil seperti projek menanam pohon ini.

Cecilia Novita:

Jaman sekarang yang serba teknologi ini membuat manusia kadang lupa akan alam. Tahun 2017 dicatat sebagai 3 tahun terpanas yang pernah dilewati oleh bumi. Iklim di berbagai belahan dunia semakin kacau dan jika manusia masih mengabaikannya akan menjadi bencana yang dapat berujung pada kepunahan manusia. Dalam kegiatan character building kali ini kami ingin menanamkan rasa cinta bumi pada diri kami maka kami pun memilih menanam pohon. Ruang hijau terbuka menurut kami adalah tempat yang tepat untuk menanam pohon. Disana pohon kami bisa berkesempatan mendapat perawatan yang baik, serta berguna untuk warga sekitar. Tidak hanya menanam pohon kami pun mengajak anak-anak yang bermain di RPTRA tersebut untuk cinta lingkungan dengan cara memberikan pendidikan lewat kegiatan menyiram pohon bersama. Pohon yang kami tanam adalah jenis pohon kayu dan tanaman hias, yang hasilnya atau buah dari pohon tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk dikonsumsi maupun di jadikan media pengetahuan bagi anak-anak.

Ricky Bun:

Kita seringkali tidak sadar apa yang kita lakukan telah merusak alam, salah satunya membuang sampah sembarangan. Kita “tahu” bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak baik bagi lingkungan sekitar namun sekedar tahu saja tidaklah cukup kita kurang membangun kesadaran dalam diri kita akan hal tersebut jadi meskipun kita tahu namun tetap saja membang sampah tersebut secara sembaragan. Dari hal tersebut kita sadar bahwa hanya sekedar diberitahu saja tidaklah cukup, kita juga harus membangun kesadaran kita untuk menjaga lingkungan kita. Kita sedang menghadapi era “Global Warming” dan negara kita, Indonesia tidak siap menghadapi tersebut karena lahan hijau di Indonesia sudah mulai berkurang, banyak tanaman dan pohon yang sengaja dirusak demi kepentingan pribadi maupun institusional. Pengrusakan tersebut tidak hanya merusak keindahan alam namun juga telah merusak berbagai aspek yang berhubungan salah satu contohnya adalah penebangan pohon di Kalimantan yang membuat berbagai hewan kehilangan habitatnya.

Kita harus mulai membangun kesadaran bahwa betapa indahnya, pentingnya lingkungan alam kita jika kita memang tidak ingin terkena dampak dari “Global Warming” maka dari itu dengan dilakukannya kegiatan ini kita dapat membantu membangun kesadaran masyarakat sekita. Meskipun kita hanya melakukan kegiatan bukan secara skala besar namun seperti pepatah berkata “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit” karena membangun kesadaran tidak harus dilakukan serentak dalam skala besar. Kita juga menargetkan anak-anak karena apa yang ditanamkan sejak kecil maka menjadi kebiasaan di hari nanti, jadi kita berharap apa yang kita tanamkan pada mereka akan menjadi kebiasaan mereka di hari nanti.

Florista Tamara:

Kegiatan ini, kami lakukan atas dasar program dari salah satu mata kuliah dalam Bina Nusantara University, Character Building. Maka dari itu salah satu programnya adalah dengan melakukan sebuah kegiatan sosial. Dan kelompok kami memutuskan untuk menanam pohon di RPTRA.

Dalam kegiatan kami kali ini, kami bertujuan melakukan penghijauan. Kami juga mengajak anak-anak untuk ikut serta dalam penanaman pohon sembari mengajari mereka cara merawat pohon itu sendiri. Dalam kegiatan ini, saya mendapat banyak hal. Saya belajar arti peduli lingkungan, arti kebersamaan, arti kesadaran dan inisiatif. Saya harap kedepannya akan semakin banyak generasi muda yang sadar untuk mencintai lingkungannya.

Almadina Ayu:

Di era teknologi seperti sekarang ini, banyak sekali anak muda yang lupa akan keadan sekitar. Banyak orang hanya mementingkan media sosial dimana aktivitas kehidupan sehari-hari mereka dibagikan. Teknologi telah mengubah kebiasaan masyarakat yang tadinya mudah untuk bersosialisasi menjadi antisosial. Karena teknologi juga semakin banyak orang yang memiliki sifat pemalas dan tidak ikut berkontribusi dalam memajukan bangsa. Kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya dapat merubah Indonesia menjadi lebih baik lagi dengan terus menanamkan nilai - nilai pancasila dalam diri kita masing - masing serta melaksanakannya dalam kehidupan sehari - hari. Agar kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekitar meningkat, Universitas Bina Nusantara memberikan kegiatan sosial / kegiatan kemanusiaan berupa projek diluar kelas.

Kami menanam pohon di RPTRA Kemandoran, Jakarta Selatan untuk kegiatan kemanusiaan tersebut. Dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan ini kami juga mengajak anak-anak yang tinggal di sekitar RPTRA untuk berkontribusi dalam proses penanaman dan perawatan pohon. Ini dilakukan agar setelah projek ini selesai, anak-anak tersebut dapat melanjutkan kegiatan perawatan pohon.

Dalam kegiatan kemanusiaan ini, saya mendapat banyak sekali hal - hal yang membangun rasa kepedulian saya terhadap lingkungan sekitar, seperti:
1.      Kalau kita tidak mempunyai rasa kepedulian terhadap lingkungan, semua bias hancur
2.      Luasnya wilayah Indonesia seharusnya cukup untuk menghidupkan seluruh warga negara tanpa harus bergantung dengan produk impor
3.      Menanam pohon membutuhkan ketelitian dan keikhlasan agar bisa tumbuh dengan sempurna
4.      Banyak generasi muda yang masih buta akan cara menanam tanaman yang baik dan benar




No comments:

Post a Comment